Oktober 23, 2026

Satgas Kodim 1403 Belajar Budidaya Kakao dari Pengalaman Petani Desa Cendana

LUWU TIMUR – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Palopo tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi ruang pertukaran ilmu antara prajurit dan masyarakat. Di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, anggota Satgas TMMD menyempatkan diri belajar pembibitan kakao langsung dari petani setempat.

Di sela-sela pengerjaan jembatan beton, bronjong, dan sumur bor di wilayah Desa Cendana dan Desa Parumpanai, para prajurit mendatangi kebun pembibitan kakao milik warga. Mereka mempelajari tahapan budidaya kakao yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Desa Cendana dikenal sebagai salah satu sentra kakao di Kabupaten Luwu Timur. Bagi sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani, kakao bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan sumber ekonomi keluarga yang memiliki nilai penting bagi masa depan mereka.

Perwira Teritorial Kodim 1403/Palopo, Kapten Inf. Galy, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dilakukan agar anggota Satgas memperoleh pengetahuan langsung dari masyarakat yang memiliki pengalaman dalam budidaya kakao.

“TMMD itu bukan hanya kami yang mengajari rakyat, tapi kami juga belajar dari rakyat. Hari ini saya perintahkan anggota Satgas TMMD ke-130 untuk belajar cara pembibitan budidaya kakao di Desa Cendana. Karena anggota kami banyak yang nanti setelah pensiun akan jadi petani,” ujar Kapten Inf. Galy.

Menurutnya, pengalaman petani setempat merupakan sumber pengetahuan berharga yang bisa dimanfaatkan para prajurit, baik selama bertugas maupun ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Satgas mempelajari berbagai tahapan pembibitan, mulai dari memilih biji kakao unggul, melakukan penyemaian menggunakan polybag, teknik sambung pucuk atau penyambungan entres, perawatan bibit, hingga upaya mencegah serangan hama penggerek buah.

Para prajurit tampak antusias mengikuti penjelasan petani. Mereka duduk di area pembibitan sambil mengamati cara mencampur tanah dengan pupuk kandang, melakukan penyambungan pucuk, serta menyiram bibit dengan benar.

Kapten Inf. Galy menilai pengetahuan tersebut menjadi bekal tambahan bagi anggota Satgas yang ingin mengembangkan kegiatan pertanian pada masa mendatang.

“Kakao di Cendana dan Parumpanai ini luar biasa, kualitasnya ekspor. Kami belajar dari nol, mulai dari pemilihan biji kakao unggul, cara semai di polybag, cara penyambungan entres atau sambung pucuk, perawatan bibit, sampai cara mencegah hama penggerek buah. Petani di Cendana sangat pintar dan mau berbagi ilmu. Ini ilmu mahal yang tidak didapat di asrama,” tuturnya.

Sementara itu, Baharuddin (52), petani kakao Desa Cendana yang berbagi pengetahuan dengan para prajurit, mengaku bangga karena keterampilan yang diperolehnya selama bertani mendapat perhatian dari anggota TNI.

“Saya tidak menyangka Pak Tentara mau belajar budidaya kakao sama kami petani kecil. Biasanya kami yang belajar sama penyuluh. Ini Pak Tentara datang ke kebun bibit saya, tanya-tanya cara pembibitan kakao yang bagus,” kata Baharuddin.

Ia berharap pengetahuan yang dibagikan dapat dimanfaatkan para prajurit dan menjadi inspirasi untuk mengembangkan budidaya kakao di daerah lain.

“Senang sekali, semoga bibit kakao dari Cendana bisa ditanam di seluruh Indonesia oleh Pak Tentara,” ujarnya sambil tertawa bangga.

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman. Anggota Satgas yang memiliki latar belakang pertanian turut menyampaikan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk organik, sehingga proses belajar berlangsung dua arah.

Melalui kegiatan ini, TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik. Kerja sama juga tumbuh melalui pertukaran pengetahuan, penghargaan terhadap keterampilan masyarakat, dan semangat saling belajar demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *