Oktober 25, 2026

TMMD ke-130: Mewujudkan Keberadaan Air Bersih bagi Komunitas Desa Parumpanai

LUWU TIMUR – Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo di Desa Parumpanai dan Desa Cendana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Di tengah pengerjaan talud, bronjong penahan longsor, jembatan beton dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Satgas juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.

Minggu (25/10/2026), personel Satgas kembali menyalurkan air bersih kepada warga. Distribusi dilakukan menggunakan water tank berkapasitas 5.000 liter yang setiap hari bergerak menuju permukiman masyarakat.

Dalam sehari, distribusi dapat mencapai tiga rit atau sekitar 15.000 liter air bersih untuk membantu lebih dari 150 kepala keluarga.

Setibanya di lokasi, personel Satgas membuka kran dan mengisi ember, jerigen, baskom hingga drum milik warga. Tidak berhenti di titik kumpul, air juga diantarkan langsung ke rumah warga yang membutuhkan.

Khusus warga lansia, warga sakit dan masyarakat yang rumahnya berada jauh dari titik distribusi, personel Satgas rela berjalan mengantarkan air hingga ke rumah.

Prk Andi, salah satu personel Satgas yang bertugas dalam pendistribusian air, mengaku ada pengalaman yang tidak akan dilupakannya selama menjalankan tugas.

“Ada satu nenek umur 70 tahun rumahnya di atas bukit, sudah tidak kuat jalan, kami berdua dengan rekan pikul jerigen 30 liter naik ke rumahnya. Nenek itu nangis terharu, didoakan kami panjang umur,” katanya.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat para prajurit semakin memahami arti kehadiran TMMD bagi masyarakat.

“Di situ kami merasa kerja TMMD ini sangat berarti, bukan cuma bangun jalan beton, tapi bangun harapan warga akan air bersih,” ujarnya.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro mengatakan penyaluran air merupakan bentuk tanggung jawab moral Satgas terhadap masyarakat selama pelaksanaan TMMD.

“Tidak ada warga Parumpanai dan Cendana yang boleh kesulitan air selama TMMD 130 ada di sini. Air bersih adalah hak dasar rakyat, dan TNI AD wajib hadir untuk memenuhinya. Ini adalah janji kami,” tegasnya.

Upaya tersebut juga menjadi solusi sementara sebelum sasaran tambahan berupa sumur bor dan tower air selesai dibangun. Sumur bor direncanakan memiliki kedalaman sekitar 80 meter, sementara tower air memiliki kapasitas 5.000 liter.

Dengan adanya sumber air permanen nantinya, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada sungai ketika musim kemarau tiba.

Kepedulian Satgas juga mempererat hubungan dengan masyarakat. Warga tidak hanya melihat prajurit sebagai pelaksana pembangunan, tetapi sebagai bagian dari kehidupan mereka selama TMMD berlangsung.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan makna kemanunggalan TNI dan rakyat. Prajurit tidak hanya bekerja membangun sarana fisik, tetapi turut merasakan kesulitan warga dan berupaya memberikan solusi.

TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo pun kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui pembangunan yang besar. Terkadang, kepedulian sederhana berupa mengantarkan satu jerigen air hingga ke depan rumah mampu menghadirkan kebahagiaan dan harapan.

Air mengalir, hati pun terbasahi. TMMD ke-130 hadir untuk membangun infrastruktur sekaligus membangun harapan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *