Agustus 3, 2026

​Sinergi Loreng dan Jas Almamater: Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan Bersama Mahasiswa KKN Hidupkan Potensi Ekonomi Desa Tlemang Lewat Budidaya Jamur

​LAMONGAN – Semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terpancar kuat di desa tlemang. Anggota Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan bergandengan tangan secara harmonis dengan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas melalui pelatihan dan pengembangan budidaya jamur di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

​Langkah kolaboratif ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik infastruktur desa, tetapi juga menyentuh akar perekonomian warga lokal. Melalui perpaduan disiplin militer dan keilmuan akademis, kumbung-kumbung jamur sederhana di Desa Tlemang disulap menjadi laboratorium lapangan yang menjanjikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar.

​Dalam aksi manunggal ini, prajurit TNI dan mahasiswa tampak bahu-membahu mulai dari penyiapan media tanam (baglog), sterilisasi, inokulasi bibit, hingga tata kelola perawatan suhu dan kelembapan kumbung.

Pengalaman praktis prajurit di lapangan berpadu serasi dengan gagasan inovatif mahasiswa KKN dalam hal pemanfaatan teknologi tepat guna serta strategi pemasaran digital (digital marketing).

​”TMMD bukan sekadar membangun jalan atau merenovasi rumah, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi warga. Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN menjadi angin segar; inovasi mereka berpadu dengan kerja keras prajurit di lapangan untuk memastikan warga Desa Tlemang memiliki ketahanan pangan dan penghasilan tambahan yang berkelanjutan,” ujar Perwakilan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan peltu Saiful

​Desa Tlemang yang memiliki karakteristik iklim pendukung menjadi lokasi ideal bagi pengembangan jamur tiram dan jenis jamur konsumsi lainnya. Selain relatif mudah dipelajari, budidaya jamur memiliki siklus panen yang cepat dengan permintaan pasar yang stabil.

​Keterlibatan aktif generasi muda akademis dan TNI ini memicu antusiasme warga lokal. Warga tidak hanya diajarkan cara memanen, tetapi juga diajak memahami rantai pasok dan diversifikasi produk olahan jamur agar memiliki nilai tambah (added value) di pasaran.

​”Kolaborasi dengan Bapak-Bapak TNI dari Kodim 0812 memberikan kami ruang pengabdian yang sangat nyata. Kami belajar kedisiplinan dan eksekusi lapangan dari Satgas TMMD, sementara kami menyumbang ide dari sisi teknikal dan pemasaran. Semoga budidaya jamur ini menjadi warisan ekonomi yang terus berkembang di Tlemang,” ungkap Koordinator Mahasiswa KKN.

​Melalui program terpadu TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan ini, diharapkan Desa Tlemang mampu bertransformasi menjadi salah satu sentra budidaya jamur mandiri di Kabupaten Lamongan. Sinergi lintas elemen ini membuktikan bahwa ketika ketahanan wilayah bersatu dengan pengetahuan akademis, kesejahteraan masyarakat desa dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan. (Pendim0812)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *