SEBATIK – Di sudut paling ekstrem Indonesia, pada garis yang membagi tanah Merah Putih dan Malaysia, momen haru mulai terukir. Bagi Pak Hamsah, tinggal di batas negara adalah tentang kesetiaan sebenarnya, tetapi juga tentang perjuangan untuk bertahan hidup di gubuk yang nyaris runtuh.
Namun, kini rasa cemas itu perlahan pudar dan tergantikannya oleh harapan yang tersirat. Dalam kehangatan senja, rangka rumah baru yang berdiri kokoh terlihat—hasil kerja keras tentara TNI dan warga yang bersatu.
Kehadiran negara tidak sekadar di atas peta, namun menjelma dalam bentuk bantuan nyata yang menyentuh langsung kehidupan warganya.
“Saya tidak pernah menyangka rumah saya yang ada di garis perbatasan ini dapat diperbaiki. Terima kasih kepada negara dan para prajurit yang senantiasa peduli pada kami yang berada di ujung negeri,” ucap Pak Hamsah, terharu melihat rumah barunya tertata dengan rapi.