Oktober 28, 2026

Dari Bambu ke Bata: Perubahan Rumah Hendra untuk Masa Depan yang Lebih Baik

LUWU TIMUR – Harapan Hendra (38), seorang buruh bibit kakao di Dusun Cendana, Kabupaten Luwu Timur, untuk memberikan tempat tinggal yang lebih nyaman bagi istri dan ketiga anaknya mulai terwujud. Rumah yang sebelumnya berdinding bambu berlubang kini menjalani pembangunan melalui program RTLH TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo.

Pada Rabu (28/10/2026), personel Satgas TMMD bersama masyarakat melaksanakan pemasangan dinding bata merah di rumah Hendra. Kegiatan tersebut dipimpin Kopda Mursam, Babinsa Cendana, dan dimulai sejak pukul 08.00 WITA.

Selama ini, kondisi rumah menjadi salah satu persoalan yang dihadapi keluarga Hendra. Dinding bambu anyam yang berlubang tidak mampu menahan angin malam maupun air hujan. Dengan lantai yang masih berupa tanah, kondisi di dalam rumah menjadi kurang nyaman, terutama ketika hujan turun.

Hendra bekerja sebagai buruh bibit kakao harian lepas dengan penghasilan sekitar Rp60 ribu per hari. Pendapatan yang terbatas membuatnya kesulitan memperbaiki rumah secara menyeluruh, meskipun kebutuhan akan tempat tinggal yang layak sangat penting bagi keluarganya.

Kondisi tersebut mendorong hadirnya program TMMD melalui sasaran rehabilitasi rumah tidak layak huni. Rumah Hendra yang sebelumnya berukuran 4 x 6 meter direncanakan dibangun menjadi 6 x 8 meter, dilengkapi dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.

Dalam pengerjaannya, personel Satgas bersama warga terlebih dahulu membongkar dinding bambu lama dan menyingkirkan material yang sudah lapuk. Setelah itu, pemasangan bata merah dilakukan secara bertahap dengan menggunakan campuran semen dan pasir berbanding 1:4.

Kebersamaan antara prajurit dan masyarakat terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan. Mereka bekerja bersama agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan rumah tersebut dapat segera dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Hingga pukul 17.00 WITA, pemasangan dinding telah mencapai sekitar 80 persen. Dinding bata merah dengan tinggi kurang lebih 3,5 meter mulai mengelilingi bangunan, menggantikan dinding bambu yang sebelumnya memiliki banyak celah.

Perubahan itu menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi Hendra. Ia mengaku terharu melihat rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya mulai berubah menjadi bangunan yang lebih kokoh.

“Dulu kalau malam angin masuk dan anak-anak saya kedinginan. Kalau hujan, air masuk dari celah bambu sampai lantai tanah menjadi becek. Sekarang dinding bata sudah berdiri. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh anggota Satgas yang membantu keluarga kami,” tutur Hendra.

Menurut Kopda Mursam, bantuan tersebut diberikan berdasarkan kondisi rumah Hendra yang sebelumnya membutuhkan perbaikan serta keterbatasan ekonomi keluarganya.

“Kami ingin membantu masyarakat agar bisa tinggal di rumah yang lebih layak. Pak Hendra memiliki tiga anak dan bekerja dengan penghasilan harian yang tidak menentu. Karena itu, pembangunan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi seluruh anggota keluarganya,” ujarnya.

Program RTLH melalui TMMD ke-130 menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Tidak hanya membangun dinding dan memperbaiki bangunan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara prajurit dan warga melalui kerja bersama.

Bagi keluarga Hendra, setiap bata yang terpasang menjadi bagian dari harapan agar anak-anaknya dapat tumbuh dalam lingkungan rumah yang lebih aman dan nyaman.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *