Oktober 24, 2026

Prajurit TMMD ke-130 Bersihkan Rumah Warga Selama Tugas Pembangunan

LUWU TIMUR — Ada pemandangan menarik di tengah kesibukan pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo di Kabupaten Luwu Timur. Di sela-sela pekerjaan membangun rabat beton, bronjong, sumur bor hingga tower air, para prajurit tetap menyempatkan diri menjaga kebersihan rumah warga yang mereka tempati untuk bermalam.

Puluhan personel Satgas TMMD memilih tinggal bersama masyarakat di Desa Parumpanai dan Desa Cendana. Mereka tidur di ruang tamu, teras maupun ruangan sederhana milik warga dengan fasilitas seadanya.

Meski seharian bekerja di bawah terik matahari dan harus mengangkat berbagai material pembangunan, para prajurit tidak ingin keberadaan mereka justru merepotkan pemilik rumah.

Setiap pagi sebelum berangkat ke lokasi pekerjaan, mereka menyapu halaman dan lantai rumah. Sementara pada sore hari setelah kembali dari lokasi TMMD, sejumlah personel kembali membersihkan rumah, mengepel lantai, merapikan tempat tidur hingga mencuci peralatan makan.

Bintara Peleton, Pelda Sumerdap, mengatakan kebiasaan tersebut telah ditekankan kepada seluruh personel Satgas.

“Saya sudah tekankan kepada seluruh rekan-rekan Satgas TMMD ke-130, kalian tinggal di rumah warga, kalian adalah tamu, tapi anggaplah sebagai rumah sendiri. Orang tua kita mengajarkan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga kebersihan rumah warga merupakan bentuk penghormatan sekaligus ucapan terima kasih karena masyarakat telah menerima dan memberikan tempat tinggal kepada prajurit selama pelaksanaan TMMD.

“Saya bangga mendapat laporan dari warga bahwa anggota saya setiap pagi sebelum apel mereka menyapu dan mengepel rumah warga. Pulang sore, sebelum mandi, mereka sapu lagi. Tempat tidur dirapikan, piring dicuci, sampah dibersihkan,” katanya.

Ia menegaskan, prajurit harus mampu memberikan manfaat selama berada di tengah masyarakat.

“Inilah akhlak prajurit TNI, datang memberi manfaat, bukan memberi beban. Kita datang membangun desa, bukan mengotori rumah warga. Balas budi harus dengan kebersihan dan keikhlasan,” tegasnya.

Salah seorang anggota Satgas yang tinggal di rumah warga, Pratu, mengaku sudah terbiasa membersihkan rumah setiap pagi.

“Saya dan empat rekan tinggal di rumah Bapak Kepala Dusun Cendana. Rumahnya sederhana tetapi bersih. Kami tidak enak kalau kami kotori. Jadi setiap pagi sebelum Salat Subuh, saya sapu halaman dan dalam rumah, teman saya mengepel,” ungkapnya.

Ia juga mengaku bersama rekan-rekannya membantu pekerjaan rumah lainnya.

“Kami juga bantu mencuci piring. Bapak dan Ibu pemilik rumah sampai bilang tidak usah, tetapi kami sampaikan, izinkan kami balas budi karena sudah menampung kami. Ibu sudah menganggap kami seperti anaknya, jadi kami harus menjaga rumah ini seperti rumah sendiri,” tuturnya.

Sikap tersebut membuat warga merasa terharu. Rumah yang sebelumnya dikhawatirkan menjadi kotor karena ditempati sejumlah prajurit justru semakin terawat.

Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan keteladanan dan kepedulian prajurit di tengah kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *